Adat jawa, Baju, Baju Pengantin, Baju Pengantin 2010, Baju Pengantin 2011, Bali, Modern, Muslim, Muslimah, Pengantin
~~~Koleksi Baju Pengantin --- Pakaian Pengantin: Baju Pengantin Warna Putih --- Koleksi Gambar Baju pengantin --- Wedding Dress --- Baju pengantin Muslim --- Gaun Pengantin --- Design Baju Pengantin --- Kebaya Pengantin --- Busana pengantin --- dan Jas Pengantin~~~
Showing posts with label seserahan. Show all posts
Showing posts with label seserahan. Show all posts

Seserahan dan Hantaran Pengantin dalam Pernikahan

Seserahan sudah menjadi bagian yang umum dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan yang dulu tidak wajib hukumnya, kini sudah mengakar budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan.

Seserahan dan Hantaran Pengantin

Seserahan dan Hantaran Pengantin

Seserahan merupakan simbolik dari pihak pria sebagai bentuk tanggung jawa ke pihak keluarga, terutama orang tua calon pengantin perempuan. Untuk adat istiadat di Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) biasanya seserahan diberikan pada saat malam sebelum akad nikah pada acara midodareni untuk adat Jawa dan ngeyeuk seureuh untuk adat Sunda. Tetapi ada juga yang melakukan seserahan pada saat acara pernikahan.

Saat ini, jumlah dan jenis hantaran disesuaikan atas kesepakatan bersama. Bahkan seringkali, justru pengantin wanitalah yang memilih sendiri barang-barang kebutuhannya. Barang-barang yang lazimnya menjadi barang seserahan adalah:

  • Suruh ayu (semacam daun yang wangi) bermakna mendoakan keselamatan.
  • Pakaian : Kebaya & Kain / Baju Kerja / Baju Pesta
  • Alat-alat perawatan tubuh : Sabun, Shampoo, Body Lotion, Bedak Badan, dll.
  • Make Up : Pelembab, Bedak Dasar, Bedak, Eye Shadow, Maskara, Blush On, Pensil Alis, dll.
  • Parfum
  • Sepatu / Selop
  • Tas
  • Pakaian dalam & baju tidur
  • Perhiasan / Jam Tangan
  • Makanan : Buah, Kue Taart, Kue Kering, Masakan Matang

Barang seserahan diatas tidak mutlak tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, selera dan budget. Intinya barang seserahan biasanya adalah barang yang biasa dipakai calon pengantin perempuan. Jumlahnya biasanya ganjil 5 / 7/ 9 tergantung selera.

Seserahan dan Hantaran Pengantin

Seserahan dan Hantaran Pengantin

Barang-barang yang dibawa dalam hantaran tidak terpaku pada perangkat yang telah disebutkan diatas, tetapi merupakan kesepakatan pembicaraan antara anda dan pasangan. Pada zaman sekarang, nampan hantaran bisa ditampilkan dengan lebih kreatif. Agar hantaran seserahan anda terlihat cantik dan menarik. Anda dapat melakukan beberapa trik brikut :

  • Mengunjungi berbagai toko kerajinan, toko bunga hingga vendor alat kerajinan untuk mendapat barang dan pembungkus yang lebih beragam.
  • Dengan memberi warna pada pembungkus kado anda dapat memberi kesan dan perbedaan dari pembungkus yang lain. Teknik paint-brush juga dapat digunakan.
  • Mengkombinasikan dua bahan yang sangat berbeda dapat pula mempercantik tampilan hantaran anda. Misalnya, potongan renda di atas kertas bermotif bunga.
  • Tidak mengemas semua barang sesrahan dalam boks yang biasa. Bisa saja anda mengeams barang hantaran anda dalam keranjang yang dihias dengan tambahan bunga segar diatasnya.
  • Jika kotak sesrahan terbuat dari bahan bambu atau kayu maka hiaslah bagian atasnya dengan plastik yang tembus pandang sehingga barang seserahan dapat langsung terlihat.
  • Kemaslah buah-buahan langsung dari penjualnya. Namun, jika ingin mengemas sendiri pastikan membuat alas dulu di dasar boks. Susunlah buah yang berukuran besar terlebih dahulu baru kemudian buah yang berukuran kecil.

Seserahan dan Hantaran Pengantin

Seserahan dan Hantaran Pengantin

Bila dihias dengan cantik dan menarik, hantaran pernikahan tidak hanya dapat digunakan ketika upacara pernikahan berlangsung, tetapi juga sebagai unsur yang dapat mempercantik kamar pe ngantin anda. Hal ini dapat dilakukan dengan menghias hantaran sesuai dengan tema pesta yan ganda gunakan. Oleh karena itu, informasikan pada keluarga mempelai pria mengenai gaya dan tema warna kamar pengantin sehingga pihak keluarga pria dapat menyesuaikan tema warna hantarannya.

Arti dari Mahar, Mas Kawin, Peningsetan atau Seserahan Dalam Pernikahan

Setiap calon mempelai pengantin Jawa pasti menyadari betul makna filosofi hantaran (peningset). Kini hantaran bisa dibuat sebagus, secantik, dan semenarik mungkin. Dalam tata upacara pernikahan pernikahan adat Jawa, ada beberapa upacara adat yang diselenggarakan, seperti lamaran, upacara peningsetan hingga akad nikah. Peningsetan atau yang lazim disebut seserahan sudah menjadi bagian yang umum dalam rangkaian pernikahan di Indonesia. Seserahan yang dulu tidak wajib hukumnya, kini sudah mengakar budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan.

Menghayati Arti Mahar dan Peningsetan

Menghayati Arti Mahar dan Peningsetan

Peningset atau serah-serahan adalah pemberian dari pihak mempelai pria. Berasal dari kata singset yang artinya ”mengikat”, peningset berarti hadiah yang menjadi pengikat hati antara dua keluarga. Secara adat Jawa, peningset biasanya terdiri atas: satu set daun sirih yang disebut Suruh Ayu, beberapa helai kain jarik dengan motif batik yang berbeda, kain bahan untuk kebaya, ikat pinggang tradisional yang disebut stagen, buah-buahan (terutama pisang), sembako (beras, ketan, gula, garam, minyak goreng, bumbu dapur), satu set cincin nikah, dan sejumlah uang sebagai sumbangsih dari pihak mempelai pria.

Seserahan merupakan simbolik dari pihak pria sebagai bentuk tanggung jawab ke pihak keluarga, terutama orangtua calon pengantin perempuan. Untuk adat istiadat di Jawa biasanya seserahan diberikan pada saat malam sebelum akad nikah pada acara midodareni untuk adat Jawa. Tetapi ada juga yang melakukan seserahan pada saat acara pernikahan. Sekarang, hantaran (peningset) pun bisa ditampilkan dengan lebih kreatif.

Meskipun mahar dan peningset menjadi tanggung jawab mempelai pria, bukan berarti hal ini nggak bisa didiskusikan berdua. Bicarakan apa yang menjadi ganjalan, sebisa mungkin cari solusi yang nggak memberatkan calon suami. Kalau terlalu merepotkan, ada baiknya jumlah dan jenis peningset dikurangi. Sesuaikan dengan kemampuan, jangan malah jadi masalah. Cari yang praktisnya aja, jangan mensyaratkan macam-macam.

Tentang kapan peningset ini diserahkan, menurut adat jawa biasanya diberikan pada malam hari sebelum acara pernikahan. Walau pihak pengantin tidak mengadakan malam midodaren, tapi tetap saja pada malam hari sebelum hari pernikahan diadakan acara silaturahmi, dimana pihak CPP datang ke rumah pihak CPW. Hal ini bertujuan selain untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menunjukkan kepada keluarga CPW kalau CPP masih “ada” (nggak kabur) dan masih berniat untuk menikahi CPW. Begitu juga untuk keluarga CPP. Karena sifatnya yang menjadi non formal dan memang bukan malam midodaren, maka tidak diadakan persiapan khusus.

Peningset tidak sama dengan mahar karena mahar adalah sesuatu pemberian suami atas permintaan istrinya, dan merupakan syarat sah pernikahan. Mahar tidak memiliki ketentuan harus dalam bentuk apa dan berapa jumlahnya, tetapi ada ajaran dari Rasulullah SAW yang menganjurkan untuk tidak berlebihan dalam menentukan mahar, karena dikhawatirkan akan memberatkan calon suami.

Menghayati Arti Mahar dan Peningsetan

Menghayati Arti Mahar dan Peningsetan

Khusus untuk mahar, disunnahkan yang bermanfaat, ringan, sederhana, dan tidak berlebihan. Hal ini demi kemudahan pernikahan. Rasulullah SAW telah bersabda yang diriwayatkan dari Uqbah bin Amir RA: ”Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah”. Mahar akan disebutkan dan diberikan pada prosesi ijab qobul.

Para wali tidak boleh menetapkan syarat uang atau harta (kepada pihak lelaki) untuk diri mereka, sebab mereka tidak mempunyai hak dalam hal ini, ini adalah hak perempuan (calon istri) semata, kecuali ayah. Ayah boleh meminta syarat kepada calon menantu sesuatu yang tidak merugikan putrinya dan tidak mengganggu pernikahannya. Jika ayah tidak meminta persyaratan seperti itu, maka itu lebih baik dan utama.

Mahar adalah hak murni wanita, dan dalam perkawinan harus ada pemberian harta dari pihak laki-laki terhadap wanita sebagai mahar, adapun jenis dan kadar mahar berbeda-beda sesuai dengan kemampuan. Bentuk atau kadar mahar dalam proses pernikahan, dan keumuman di kalangan kita mahar itu lebih sering disebut dengan ‘maskawin’, dikarenakan keumuman mahar yang sering diberikan adalah sesuatu yang terbuat dari emas, seperti cincin, gelang atau kalung, sehingga disebutlah ‘maskawin yang artinya emas untuk kawin’, akan tetapi istilah ‘maskawin’ untuk sekarang ini menjadi salah kaprah, disebabkan banyak orang yang memberikan ‘maskawin’ berupa seperangkat alat untuk shalat atau berupa uang, sehingga arti dan maksud ‘maskawin’ menjadi tidak relevan dan tidak nyambung lagi. Untuk itu, hendaknya kita yang sudah paham mengembalikan istilah ‘maskawin’ kepada nama yang sebenarnya yaitu ‘Mahar’.

Menghayati arti mahar dan peningset pernikahan yang sesungguhnya mengandung makna sangat mendalam dan tidak sekadar mengukur materialnya. Kesungguhan mempelai pria dalam memberikan peningset (dalam kemampuannya) menyiratkan penghargaannya yang tinggi kepada calon mempelai wanita dan juga kedua orang tuanya. Orang tua mempelai wanita juga akan mendapatkan kesan mendalam, betapa calon mantunya berupaya memberikan penghargaan yang tinggi terhadap anaknya, dalam ketulusan dan wujud terbaik yang bisa diusahakan calon mantunya. Kesan pertama yang setidaknya dapat memberikan kepercayaan bahwa anak gadisnya nanti akan diperlakukan dengan baik. Menghayati Arti Mahar dan Peningsetan

Related Posts with Thumbnails
bisnis internet, cari jodoh, bisnis, cari kerja, cari uang di internet, tempat cari uang, cari duit di internet, cari uang 2010